Nyeri akut sering muncul mendadak. Misalnya setelah cedera, sakit gigi, atau pegal berat. Saat itu, banyak orang bingung memilih obat. Paracetamol vs NSAID jadi pertanyaan paling umum. Keduanya sama-sama pereda nyeri, tetapi cara kerja dan risikonya berbeda. Oleh karena itu, pemilihan yang tepat bisa membuat nyeri cepat turun dan efek samping lebih kecil.
Ringkasan cepat Paracetamol vs NSAID untuk nyeri akut
Kalau Anda butuh jawaban cepat, pakai panduan praktis ini.
- Paracetamol: cocok untuk nyeri ringan–sedang dan demam. Umumnya lebih ramah lambung.
- NSAID (misalnya ibuprofen, naproxen, diklofenak): cocok untuk nyeri yang ada unsur radang. Misalnya bengkak atau nyeri sendi.
Namun, pilihan terbaik tetap tergantung kondisi tubuh Anda.
“Checklist 10 detik” sebelum memilih
Pilih paracetamol bila:
- Anda punya riwayat maag berat atau tukak lambung.
- Anda sedang hamil (umumnya pilihan pertama).
- Anda butuh obat untuk demam + nyeri.
Pilih NSAID bila:
- Nyeri disertai bengkak atau radang.
- Nyeri otot setelah aktivitas atau keseleo ringan, dan lambung Anda aman.
Jika ragu, mulai dari opsi yang paling aman bagi Anda. Lalu, evaluasi respons.
Apa bedanya paracetamol dan NSAID?
Perbedaan utamanya ada pada “target kerja”.
Paracetamol bekerja sebagai pereda nyeri dan penurun demam. Efek anti-radangnya kecil.
NSAID adalah obat antiinflamasi nonsteroid. Jadi, selain meredakan nyeri, ia juga menekan proses peradangan.
Kenapa ini penting?
Nyeri akut tidak selalu sama.
Ada nyeri yang dominan “sinyal nyeri”, seperti sakit kepala tegang. Ada juga nyeri yang dominan “radang”, seperti bengkak setelah terkilir.
Karena itu, obat yang tepat bisa terasa jauh lebih efektif.
Kapan paracetamol lebih tepat?
Paracetamol sering jadi pilihan awal pada banyak kondisi nyeri akut.
Obat ini membantu saat Anda butuh meredakan nyeri tanpa memperparah masalah lambung. Selain itu, paracetamol sering dipilih saat demam menyertai nyeri.
Contoh nyeri akut yang sering cocok dengan paracetamol
- Demam + nyeri badan saat flu.
- Sakit kepala ringan–sedang.
- Nyeri setelah prosedur ringan.
- Nyeri gigi ringan sambil menunggu ke dokter gigi.
Namun, bila nyeri Anda disertai bengkak yang jelas, NSAID bisa lebih “kena” pada sebagian orang.
Dosis aman paracetamol dewasa (aturan umum)
Untuk dewasa, aturan umum yang sering dipakai:
- 1–2 tablet 500 mg per kali minum.
- Bisa sampai 4 kali dalam 24 jam.
- Jeda minimal 4 jam.
- Maksimal total 4.000 mg per 24 jam (8 tablet 500 mg).
Yang penting: jangan “dobel” paracetamol dari beberapa produk.
Banyak obat flu atau obat kombinasi juga mengandung paracetamol. Ini meningkatkan risiko overdosis dan kerusakan hati.
Kapan NSAID lebih tepat?
NSAID unggul saat nyeri Anda berkaitan dengan peradangan.
Itu sebabnya NSAID sering dipakai untuk nyeri otot, nyeri sendi, atau cedera ringan yang bengkak.
Contoh nyeri akut yang sering cocok dengan NSAID
- Keseleo ringan dengan bengkak.
- Nyeri punggung mekanik jangka pendek.
- Nyeri gigi dengan tanda radang.
- Nyeri haid (pada banyak orang, NSAID membantu).
Selain itu, NSAID tersedia dalam bentuk gel oles. Ini kadang lebih aman untuk sebagian orang, karena efek sistemiknya lebih rendah.
Paracetamol vs NSAID: siapa yang harus ekstra hati-hati?
Bagian ini penting, karena pilihan obat sering ditentukan oleh faktor risiko.
Bila Anda punya riwayat lambung sensitif atau tukak
NSAID dapat meningkatkan risiko iritasi lambung dan perdarahan saluran cerna pada sebagian orang.
Jika Anda punya riwayat tukak, diskusikan dulu dengan tenaga kesehatan. Kadang diperlukan pelindung lambung, atau pilihan obat lain.
Bila Anda punya masalah ginjal atau mudah dehidrasi
NSAID bisa memengaruhi aliran darah ke ginjal, terutama pada kondisi tertentu.
Karena itu, hati-hati bila Anda punya penyakit ginjal, sedang diare berat, atau kurang minum.
Bila Anda hamil
Untuk nyeri saat hamil, paracetamol sering dianggap pilihan pertama pada dosis yang dianjurkan.
Sebaliknya, NSAID sistemik perlu dihindari pada trimester akhir. Di Inggris, ada peringatan untuk tidak memakai NSAID sistemik mulai minggu ke-28 karena risiko pada janin dan proses persalinan.
Jika Anda sedang hamil, jangan menebak sendiri. Konsultasikan dulu.
Bila Anda minum obat pengencer darah atau punya penyakit jantung tertentu
NSAID dapat memengaruhi trombosit dan risiko perdarahan pada sebagian kondisi.
Selain itu, beberapa NSAID dapat meningkatkan risiko kardiovaskular pada kelompok tertentu.
Karena itu, cek keamanan dengan dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat serangan jantung, stroke, atau rutin minum antikoagulan.
Bolehkah paracetamol dan NSAID dipakai bersamaan?
Pada beberapa kasus, tenaga kesehatan dapat menyarankan kombinasi dalam pola tertentu.
Namun, aturan kombinasi harus jelas.
Jangan menambah dosis sendiri saat nyeri belum turun. Lebih aman bila Anda:
- Membaca komposisi obat.
- Mengikuti aturan dosis.
- Menghindari duplikasi kandungan.
Bila nyeri tetap berat, evaluasi penyebabnya. Jangan hanya menaikkan obat.
Tips aman memilih obat nyeri akut di rumah
Agar lebih praktis, pakai daftar ini.
- Mulai dari dosis terendah yang efektif.
- Gunakan durasi sesingkat mungkin.
- Minum NSAID setelah makan, bila produk menyarankan demikian.
- Hindari alkohol saat memakai paracetamol, karena beban hati meningkat.
- Jangan menggabungkan dua produk yang sama-sama mengandung paracetamol.
- Catat jam minum obat, agar tidak “kelebihan tanpa sadar”.
Selain itu, fokus juga pada terapi non-obat.
Kompres dingin, istirahat, dan elevasi sering membantu pada cedera ringan.
Kapan nyeri akut harus diperiksa, bukan sekadar minum obat?
Obat hanya meredakan gejala.
Namun, nyeri akut kadang sinyal masalah yang lebih serius.
Segera periksa bila Anda mengalami:
- Nyeri sangat hebat dan muncul mendadak.
- Bengkak cepat membesar, atau nyeri setelah jatuh keras.
- Demam tinggi yang tidak turun.
- Muntah darah, BAB hitam, atau nyeri ulu hati berat setelah NSAID.
- Kulit atau mata menguning, atau nyeri perut kanan atas setelah konsumsi paracetamol berlebihan.
Jika ada gejala seperti itu, jangan menunda.
Kesimpulan
Paracetamol vs NSAID bukan soal mana yang “lebih kuat”, tetapi mana yang paling sesuai untuk kondisi Anda. Paracetamol cocok untuk nyeri dan demam, serta sering lebih aman untuk lambung. NSAID lebih cocok bila nyeri melibatkan radang, seperti bengkak atau nyeri sendi.
Ingin panduan yang lebih spesifik? Baca artikel lanjutan kami tentang cara aman minum obat nyeri, termasuk tanda bahaya dan kapan harus ke dokter.
Baca juga: [Panduan aman minum obat nyeri untuk nyeri otot dan sendi]

