Pernah merasa Putus Cinta Badan Terasa Lemas seperti habis sakit, padahal tidak demam? Itu wajar, dan ada penjelasan biologinya. Saat hubungan berakhir, otak memprosesnya sebagai stres besar. Akibatnya, hormon stres naik, tidur sering terganggu, dan energi turun. Selain itu, perubahan nafsu makan dan motivasi bisa membuat tubuh terasa “kosong”. Oleh karena itu, lemas setelah putus cinta bukan lebay. Tubuh memang sedang beradaptasi dengan perubahan emosional yang nyata.
Putus cinta itu “stres” bagi otak, bukan cuma sedih
Otak tidak membedakan stres emosional dan stres fisik dengan tegas. Jadi, saat kamu kehilangan seseorang yang penting, otak membaca situasi itu sebagai ancaman.
Akibatnya, tubuh masuk mode siaga:
- Detak jantung bisa lebih cepat.
- Napas terasa pendek.
- Otot jadi tegang.
Selain itu, fokus dan konsentrasi sering turun. Dengan kata lain, “capek” muncul dari pusat kontrol tubuh, bukan dari kemauan.
Baca juga: [“Cinta Bikin Sehat?” Ini 5 Efek ke Tubuh yang Paling Sering Terjadi]
Putus Cinta Badan Terasa Lemas: apa yang terjadi di tubuh?
Saat kamu putus cinta, beberapa sistem tubuh berubah sekaligus. Karena perubahan itu terjadi bersamaan, kamu bisa merasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga.
Di bawah ini penjelasan biologinya.
1) Hormon stres naik, energi cepat habis
Saat stres meningkat, tubuh cenderung memproduksi hormon stres lebih banyak. Akibatnya, tubuh terus “waspada” walau kamu sedang duduk diam.
Tanda yang sering muncul:
- Badan mudah pegal.
- Kepala terasa berat.
- Jantung berdebar tanpa sebab jelas.
Namun, tubuh tidak bisa siaga terus-menerus. Oleh karena itu, setelah beberapa hari, kamu merasa drop.
2) Tidur terganggu, pemulihan jadi tidak maksimal
Putus cinta sering membuat pikiran berputar. Akibatnya, kamu sulit tidur atau sering terbangun. Selain itu, kualitas tidur bisa turun walau durasinya cukup.
Saat tidur buruk, tubuh biasanya merespons dengan:
- Badan lemas saat bangun.
- Mata berat dan mood sensitif.
- Ngidam makanan manis atau kopi berlebihan.
Karena itu, lemasnya terasa nyata. Tidur adalah “charger” tubuh, jadi gangguan sedikit saja bisa terasa besar.
3) Nafsu makan berubah, asupan energi jadi berantakan
Sebagian orang kehilangan nafsu makan. Namun, sebagian lainnya justru makan berlebihan. Keduanya bisa membuat badan tidak enak.
Jika nafsu makan turun:
- Kalori kurang, energi cepat habis.
- Protein kurang, otot mudah lelah.
Jika makan berlebihan:
- Gula naik-turun, badan jadi loyo.
- Pencernaan terbebani, sehingga kamu makin lesu.
Oleh karena itu, pola makan yang tidak stabil sering memperpanjang rasa lemas.
4) Sistem imun bisa ikut menurun
Saat stres berlangsung lama, tubuh bisa lebih rentan. Misalnya, kamu lebih mudah sariawan atau pilek ringan. Selain itu, peradangan ringan di tubuh dapat meningkat.
Tanda yang sering orang sadari:
- Tenggorokan terasa tidak nyaman.
- Sariawan muncul berulang.
- Tubuh terasa “nggak fit” padahal tidak sakit berat.
Ini bukan berarti putus cinta “menyebabkan penyakit”. Namun, stres dapat membuat tubuh lebih mudah goyah.
5) Otot menegang, badan terasa pegal dan berat
Saat emosimu tinggi, otot sering ikut tegang. Misalnya, bahu naik, rahang mengatup, dan perut kencang. Akibatnya, badan terasa berat.
Selain itu, kamu mungkin bergerak lebih sedikit. Oleh karena itu, aliran darah dan oksigen ke otot berkurang, lalu lemas makin terasa.
Coba cek postur saat sedih:
- Bahu membungkuk.
- Napas pendek.
- Leher tegang.
Postur ini menguras energi secara halus, tetapi konsisten.
Kenapa rasanya mirip “sakau” atau kehilangan kebiasaan?
Hubungan sering membentuk rutinitas. Misalnya, chat malam, telepon, atau jalan bareng. Saat rutinitas itu hilang, otak merasa ada “kekosongan”.
Selain itu, otak bisa merindukan momen yang memberi rasa nyaman. Oleh karena itu, kamu merasa gelisah dan lemas sekaligus.
Yang sering terjadi:
- Kamu ingin cek HP terus.
- Kamu sulit fokus kerja.
- Kamu mudah menangis tanpa rencana.
Ini reaksi yang umum, terutama di minggu-minggu awal.
Berapa lama Putus Cinta Badan Terasa Lemas biasanya berlangsung?
Tidak ada angka pasti. Namun, banyak orang merasakan fase paling berat di awal. Setelah itu, tubuh biasanya pelan-pelan menyesuaikan.
Faktor yang memengaruhi durasi:
- Seberapa lama hubungan berjalan.
- Seberapa mendadak perpisahan terjadi.
- Seberapa kuat support system kamu.
- Seberapa baik tidur dan makan kamu.
Dengan kata lain, pemulihan itu personal. Namun, kamu bisa mempercepatnya dengan langkah sederhana.
Cara mengurangi lemas setelah putus cinta (yang realistis)
Kamu tidak harus “langsung move on”. Namun, kamu bisa menstabilkan tubuh dulu. Setelah tubuh lebih tenang, emosi biasanya lebih mudah diatur.
1) Kembalikan pola makan dasar
Mulai dari target sederhana. Misalnya, makan 2–3 kali sehari dengan protein.
Pilihan mudah:
- Telur, ayam, ikan, tahu, tempe.
- Nasi atau kentang secukupnya.
- Sayur dan buah 1–2 porsi.
Selain itu, minum air lebih banyak. Dehidrasi bisa membuat lemas terasa lebih parah.
2) Jalan kaki 10–20 menit setiap hari
Gerak ringan membantu tubuh keluar dari mode “beku”. Selain itu, jalan kaki bisa menurunkan ketegangan otot.
Agar lebih gampang:
- Jalan setelah makan sore.
- Pilih rute yang dekat rumah.
- Pakai musik yang menenangkan.
3) Atur tidur dengan rutinitas kecil
Jika tidur berantakan, buat langkah yang kecil dulu. Misalnya, matikan layar 30 menit sebelum tidur.
Kebiasaan yang membantu:
- Mandi air hangat.
- Tarik napas panjang 5 kali.
- Tulis 3 kalimat jurnal singkat.
Namun, jangan memaksa tidur cepat. Sebaliknya, fokus pada ritme yang konsisten.
4) Cari dukungan, jangan memikul sendiri
Curhat ke teman atau keluarga bisa mengurangi beban mental. Selain itu, dukungan sosial membantu tubuh merasa aman.
Kamu bisa coba:
- Ngobrol 15 menit per hari.
- Ketemu sebentar untuk makan siang.
- Ikut kegiatan ringan, misalnya kelas olahraga.
Baca juga: [Makan Malam Valentine Sehat: Menu “Rasa Mewah” tapi Tetap Rendah Gula & Lemak Jahat]
Kapan perlu bantuan profesional?
Sedih itu wajar. Namun, kamu perlu waspada jika tubuh dan pikiran makin turun.
Pertimbangkan bantuan profesional jika:
- Kamu sulit tidur lebih dari 2 minggu.
- Nafsu makan hilang total, atau turun drastis.
- Kamu tidak sanggup menjalankan aktivitas harian.
- Kamu merasa putus asa terus-menerus.
Minta bantuan bukan tanda lemah. Sebaliknya, itu tanda kamu peduli pada diri sendiri.
Penutup
Wajar jika Putus Cinta Badan Terasa Lemas, karena tubuh memproses perpisahan sebagai stres yang nyata. Akibatnya, hormon stres naik, tidur kacau, makan berantakan, dan otot menegang. Namun, kamu bisa membantu tubuh pulih lewat langkah sederhana seperti makan teratur, jalan kaki, dan rutinitas tidur.
Kalau kamu suka artikel seperti ini, baca juga artikel kesehatan mental dan fisik lainnya di website kami. Selain itu, coba mulai satu kebiasaan kecil hari ini agar badan pelan-pelan kembali bertenaga.

